RUU Perlindungan Saksi dan Korban Menjadi Usul Inisiatif DPR

Laporan Pemantauan RUU Perlindungan Saksi dan Korban Juli 2005 Minggu Kedua Oleh:¬†Reny Rawasita Pasaribu Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 13 Juni 2005 yang diselenggarakan di Gedung Nusantara II menyepakati Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Saksi dan Korban menjadi usul inisiatif DPR. Kesepakatan kesepuluh fraksi di DPR menandai segera dimulainya proses pembahasan RUU antara pemerintah dan…

Selengkapnya →

Sejarah dan Dinamika RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban

Oleh: Reny Rawasita Pasaribu ¬† Nyaris dua tahun berselang sejak Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Saksi dan Korban diajukan Badan Legislasi (Baleg) kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 27 Juni 2003, namun pembahasan terhadap RUU tersebut tak kunjung dimulai. Sebuah penantian yang panjang untuk melindungi para pemberi kesaksian.   Pentingnya RUU Saksi dan Korban…

Selengkapnya →

Persetujuan Terhadap RUU Penghapusan KDRT

Laporan Pemantauan RUU Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga September 2004 Minggu Ketiga Oleh: Ronald Rofiandri Pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (RUU Penghapusan KDRT) sarat akan benturan ideologis dan kepentingan. Bahkan fenomena ini terus muncul menjelang persetujuan RUU dalam Rapat Paripurna DPR. Setelah melewati pembahasan yang panjang dan alot selama dua minggu, pada…

Selengkapnya →

Beberapa Isu Prioritas Dalam Pembahasan RUU Anti KDRT

Laporan Pemantauan RUU Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga September 2004 Minggu Kedua Oleh: Ronald Rofiandri Beberapa Isu Prioritas Dalam Pembahasan RUU Anti KDRT Pendalaman terhadap sejumlah persoalan dalam Rancangan Undang-undang Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (RUU KDRT) menjadi prioritas, mengingat tidak semua bisa tuntas dalam sekali pembahasan. Selain faktor kepentingan, perlu waktu dan perhatian khusus…

Selengkapnya →

Sejarah dan Dinamika RUU tentang Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Dalam tataran yuridis, keberadaan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan kebutuhan dalam penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Hukum positif belum secara konkrit memiliki peraturan yang melindungi perempuan dari penindasan secara fisik, sosial, maupun ekonomi yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga. RUU Usul Inisiatif Harus diakui, kemunculan RUU Anti KDRT…

Selengkapnya →

Pembahasan RUU Anti KDRT Dimulai

Laporan Pemantauan RUU Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga Agustus 2004 Minggu Keempat Upaya perlawanan terhadap penindasan korban kekerasan dalam rumah tangga mendapatkan angin segar seiring segera dibahasnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Harus diakui, kesepakatan Panitia Khusus (Pansus) Komisi VII DPR bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Sri Redjeki Sumaryoto…

Selengkapnya →